Kelompok Studi Biologi Universitas Brawijaya

World Environmental Day 2014

          Peringatan Hari Lingkungan Hidup rutin diselenggarakan pada tanggal 5 Juni di seluruh dunia  (World Environment Day). KSB (Kelompok Studi Biologi) bekerjasama dengan Kantor Lingkungan Hidup/Badan Lingkungan Hidup Malang untuk memperingati hari Lingkungan Hidup pada tanggal 13 Juni 2014. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran generasi muda (khususnya mahasiswa), akan pentingnya peduli terhadap lingkungan. Banyak hal yang terlihat sepele namun kenyataannya penting dan berpengaruh terhadap keseimbangan lingkungan. Salah satu contohnya adalah banyaknya bekas reklame atau bendera-bendera partai yang menempel di batang pohon-pohon yang berada di pinggir jalan. Parahnya, untuk menempelkan bendera-bendera, baliho, reklame tersebut menggunakan paku. Untuk memperingati hari Lingkungan Hidup, KSB mencoba mengurangi dampak buruk dari hal tersebut melalui aksi cabut paku di pohon-pohon yang berada di pinggir jalan.

Paku
Paku bro.. Kasihan pohonnya.. Bayangin kalo paku itu ada di tubuhmu.

              Pukul 6 teng, anggota KSB berkumpul di depan jurusan Biologi Unversitas Brawijaya. Seperti biasa, satu hal yang tidak bisa lepas yaitu “ngaret”, kami baru berangkat menuju Kantor Lingkungan Hidup yang ada di Batu sekitar pukul  7.20 WIB, dengan anggota yang bisa dibilang tidak banyak. Karena bertepatan dengan minggu tenang UAS, sehingga banyak anggota yang pulang kampung.  Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat kami untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup. Sekitar pukul 08.00 WIB kami sampai di Kantor Lingkungan Hidup dan disambut dengan baik oleh para karyawan dari Kantor Lingkungan Hidup Malang dengan seragamnya yang berwarna pink abu-abu. Kami langsung melakukan aksi, dengan bermodalkan alat seadanya (palu, tang, linggis, dan alat-alat yang dapat digunakan untuk mencabut paku dari pohon. Menelusuri jalan, disekitar wilayah Batu dimulai dari daerah Pemkot Batu hingga Alun-Alun Batu. Aksi kami ini mengundang perhatian para pengendara bermotor, pedagang kaki lima dan juga warga di sekitar jalan tersebut. Setiap pohon yang kami lewati pasti ada paku yang menancap. Kendala yang kami alami adalah, banyak paku yang tertancap tinggi. Jadi kami tidak mampu menjangkaunya, sehingga yang kami lakukan ya seperti di bawah ini. Sungguh totalitas, demi menjaga kelestarian pohon-pohon tersebut.

Totalitas Photo-0165

Totalitas broo.. Cabut paku di lokasi yang cukup tinggi,
gedhe dan sudah nancep banget..
Sampek ganti orang 2 x (yang pertama uda kehabisan tenaga. Hahahaha..)

           Pada prinsipnya, pohon merupakan penjaga keseimbangan lingkungan. Dengan banyaknya paku-paku yang menancap pada pohon tersebut dapat memperlambat perkembangan, merusak bahkan menyebabkan pohon-pohon tersebut mati. Apalagi, semakin lama paku yang tertancap tersebut akan berkarat. Otomatis dapat merusak pohon-pohon tersebut. Maka dari itu stop menancapkan apapun di pohon dengan menggunakan paku. Alternatifnya ya bisa dengan menggunakan bambu dan diikat dengan tali raffia, setidaknya cara ini tidak merusak pohon. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dan mengumpulkan paku-paku yang didapatkan ke dalam sebuah ember. Hasilnya lumayan, bisa dikiloin. Hehe..

20140613_093316

Kerjasama KSB dengan KLH (Kantor Lingkungan Hidup Batu)

Salam Lestari!

WAS