Kelompok Studi Biologi Universitas Brawijaya

Observasi Herpetofauna pada Jalur Tracking di Taman Nasional Meru Betiri

           Keragaman herpetofauna pada jalur tracking di hutan Taman Nasional Meru Betiri cukup mengagumkan. Hutan yang masih alami tersebut menjadi habitat yang tepat bagi banyak spesies herpetofauna. Metode yang dipergunakan adalah penyusuran jalur tracking dengan berjalan kaki sembari mengamati spesies yang ditemukan selama perjalanan. Tongkat kayu dipergunakan untuk menyibak serasah yang umum dipergunakan kadal atau ular tanah untuk bersembunyi. Pada observasi herpetofauna kali ini dilakukan pengambilan data kondisi habitat, waktu penemuan, kondisi saat ditemukan, dan pengambilan foto untuk identifikasi berdasarkan morfologi.

Herpetofauna yang didapatkan di hutan TNMB di antaranya adalah 5 amfibi dan 11 reptil. Reptil yang ditemukan antara lain:

Ahaetulla prasina

  • Ular pohon coklat (Boiga irregularis)

Boiga irregularis

  • Ular kawat (Ramphotyphlops braminus)

Ramphotyphlops braminus

  • Kadal pohon hijau (Dasia olivacea)

Dasia olivacea

  • Cecak terbang (Draco volans)

Draco volans

  • Tokek rumah (Gekko gecko)

Gekko gecko

Capture

  • Kadal serasah cokelat (Eutropis rudis)

Eutropis rudis

  • Kadal rumput (Tachydromus sexlineatus)

Tachydromus sexlineatus

  • Penyu hijau (Chelonia mydas).

 

Amfibi yang ditemukan antara lain:

  1. Katak-pohon bergaris (Polypedates leucomystax)
  2. Microhyla orientalis
  3. Kodok-puru hutan (Ingerophrynus biporcatus)
  4. Kongkang jangkrik (Hylarana nicobariensis)
  5. Kongkang kolam (Hylarana chalconota).